Our Wedding Invitation
Yenni & Supri
“What counts in making a happy marriage is not so much how compatible you are, but how you deal with incompatibility. A great marriage is not when the perfect couple comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”
Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Nama Tamu
The Wedding of
Yenni & Supri
Rabu, 13 November 2024
Y
S
Rgveda : X.85.42
Ihaiva stam mā vi yaustam, Visvām āyur vyasnutam. Krindantau putrair naptrbhih, Modamānau sve grhe
Artinya :
Wahai pasangan suami-isteri, semoga kalian tetap bersatu dan tidak pernah terpisahkan. Semoga kalian mencapai hidup penuh kebahagiaan, tinggal di rumah yang penuh kegembiraan bersama seluruh keturunanmu.
Om Swastyastu
Atas Asung Kertha Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan dengan penuh sukacita, kami bermaksud menyelenggarakan Resepsi Pawiwahan kami.
The Bride
Sawitri Yeni Astuti
Putri Pertama dari
Bapak Tri Mujiyatmo & Ibu Eni Maryati
The Groom
Supriyadi
Putra Keempat dari
Bapak Wagiyat & Ibu Kasiyati
wedding event
Wiwaha Samskara
Minggu, 10 November 2024
Pukul: 08.00 WIB
Bertempat di
Kediaman Mempelai Pria
Tambakan, RT. 04 / RW. 02, Tambakan, Jogonalan, Klaten
Resepsi
Rabu, 13 November 2024
Pukul: 09.00 WIB - Selesai
Bertempat di
Gedung Kapujanggan Boyolali
Jl. Pengging- Banyudono, Bendan II, Bendan, Kec. Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57373
Note:
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, mohon maaf kami tidak menerima tamu di rumah
Live Streaming
Bagi tamu undangan yang berhalangan hadir dan ingin menyaksikan acara pernikahan kami silahkan ikuti live streaming acara pernikahan kami dengan klik tombol di bawah.
Pertemuan
Pertemuan kami diawali kala latihan musik Ganjuran. Supri sebagai pelatih dan Yeni sebagai 'murid'. Pasca itu, pertemuan demi pertemuan kian berjejalin. Seringkali kami saling curi-curi pandang. Benar kata leluhur Jawa, bahwa "tresno jalaran saka kulina". Pertemuan demi pertemuan akhirnya merajut ketertarikan.
Dengan bahasa yg tak puitis dan momentum yg tak romantis, Supri memberanikan diri untuk menghubungi Yenni pada suatu malam. Pada titik itu, kami mulai berbagi dan bercerita tentang apapun setiap hari. Lagi-lagi, kebiasaan ini semakin memperdalam ketertarikan yg telah ada.
Pendekatan
Kesamaan keyakinan membuat kami intens bertemu. Interaksinya memang tak cukup banyak kala bertemu. Tetapi sangat kaya pasca di rumah. Puspawarna topik hadir dengan sendirinya. Kami saling mengisi ruang-ruang kosong dalam interaksi virtual itu. Ada bahagia sekaligus duka. Bahagia karena intens berinteraksi dan duka karena ternyata kedekatan ini menelurkan rasa rindu.
Hari demi hari kami lalui bersama dalam layar. Rindu senantiasa berkecamuk. Akhirnya, kami memutuskan untuk bertemu. Semata-mata untuk memecahkan kerinduan yg telah ditahan. Pertemuan itulah yang menjadikan kami semakin dekat.
Pacaran
Sejauh ini, kami tidak tahu kapan kami menisbatkan hubungan ini sebagai fase pacaran. Tidak pernah ada yg memulai gerbang pacaran itu. Semua berjalan begitu saja.
Hubungan ini terasa seperti pacaran karena terma dan emoticon yg kami gunakan mirip seperti pacaran. Untuk menjauhkan prasangka, kami akhirnya bermufakat untuk mengukuhkan tanggal 30 Maret sebagai tanggal jadian kami.
Tanggal ini sebenarnya adalah tanggal pertengkaran hebat kami. Kami hampir terlerai. Tetapi, semesta melarangnya. Kami justru dipadukan setelah mendera kesedihan dan kesakitan pada tanggal itu.
Lamaran
Hubungan kami telah mengalami lika-liku yg panjang. Jatuh bangun kala melakoninya. Tetapi, berkat itu juga kami masih bergandeng tangan. Waktu telah membuktikan bahwa hubungan kami tetap kokoh dari waktu ke waktu.
Perenungan telah kami lakukan bersama. Kami meyakini bahwa hubungan ini telah teruji. Akar kami telah kuat untuk menumbuhkan batang, ranting, daun, dan buah. Akhirnya, kami memutuskan untuk menuju ke ranah yang lebih serius: lamaran.
Pernikahan
Pasca lamaran, kami berupaya keras untuk mempertajam semua lini: hati, mental, kompromi, serta materi. Tentu tidak akan pernah tuntas. Ketuntasannya itu hanya akan dirasakan kala rasa syukur benar-benar diimani.
Rasa syukur adalah pijakan kami untuk masuk ke gerbang pernikahan. Kami meyakini bahwa niat baik akan melahirkan jalan yg baik juga. Bukankah pernikahan adalah sebuah ibadah? Tentu semesta tak akan tinggal diam atas niat kami.
Our Gift